festajunina.site Pemerintah pusat terus memperkuat peran koperasi sebagai penyedia layanan dasar bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah peluncuran Gerai Obat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dijadikan model percontohan nasional.
Peresmian gerai obat ini dipimpin langsung oleh Ferry Juliantono dan dipusatkan di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Lokasi ini dipilih sebagai titik sentral pelaksanaan percontohan gerai obat koperasi di Indonesia.
Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan, khususnya akses obat-obatan yang aman dan terjangkau, langsung ke tingkat desa dan kelurahan.
Piloting Serentak di Berbagai Provinsi
Gerai Obat KDKMP tidak hanya diluncurkan di satu daerah. Program percontohan ini dilaksanakan secara serentak di sepuluh KDKMP yang tersebar di sepuluh provinsi di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menguji model gerai obat koperasi di berbagai karakter wilayah. Setiap daerah memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, sehingga uji coba di banyak lokasi dinilai penting.
Depok ditetapkan sebagai pusat peluncuran nasional. Hal ini sekaligus menempatkan kota tersebut sebagai rujukan awal dalam pengembangan model layanan obat berbasis koperasi.
Mandat Instruksi Presiden
Peluncuran Gerai Obat KDKMP merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Instruksi tersebut menegaskan percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Gerai obat menjadi salah satu unit usaha strategis KDKMP. Selain berfungsi sebagai sarana ekonomi, koperasi diarahkan untuk menjadi penyedia layanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut Menteri Koperasi, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat posisi koperasi di tengah masyarakat sekaligus menjawab persoalan akses kesehatan yang masih belum merata.
Akses Obat Lebih Mudah dan Terjangkau
Gerai Obat KDKMP dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh obat-obatan yang murah, aman, dan berkhasiat. Selama ini, akses obat yang terjangkau masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
Dengan hadirnya gerai obat koperasi, masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh atau bergantung pada fasilitas kesehatan besar. Layanan tersedia di lingkungan terdekat, dikelola oleh koperasi yang berbasis komunitas.
Model ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.
Observasi dan Penyempurnaan Model
Menteri Koperasi menjelaskan bahwa gerai obat koperasi ini masih berada pada tahap percontohan. Model bisnis dan operasionalnya akan diobservasi dalam kurun waktu tertentu.
Selama masa observasi, pemerintah akan mempelajari berbagai aspek. Mulai dari efektivitas distribusi obat, respons masyarakat, hingga keberlanjutan usaha koperasi.
Hasil observasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan model gerai obat. Tujuannya adalah menciptakan skema baku yang dapat diterapkan secara nasional di seluruh KDKMP.
Jenis Obat yang Disediakan
Pada tahap awal, Gerai Obat KDKMP menyediakan sekitar 30 hingga 40 jenis obat. Jenis obat yang disediakan merupakan obat bebas dan obat bebas terbatas yang umum dibutuhkan masyarakat.
Pemilihan jenis obat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dasar kesehatan. Obat-obatan yang disediakan diharapkan mampu menjawab keluhan kesehatan ringan yang sering dialami warga.
Pemerintah menegaskan bahwa layanan gerai obat koperasi tetap berada dalam koridor regulasi kesehatan yang berlaku. Standar keamanan dan mutu menjadi prioritas utama.
Dukungan Regulasi Kesehatan
Pelaksanaan gerai obat koperasi mendapat dukungan regulasi dari Kementerian Kesehatan. Dukungan ini memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan ketentuan dan standar nasional.
Regulasi khusus disiapkan agar koperasi dapat menjalankan layanan kesehatan dengan aman dan profesional. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan gerai obat.
Dengan dukungan lintas kementerian, program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Kolaborasi Lintas Sektor
Percontohan Gerai Obat KDKMP merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Program ini melibatkan Kementerian Koperasi, BUMN, serta pihak swasta.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menjamin ketersediaan obat, sistem distribusi, serta dukungan pembiayaan. Sinergi ini juga memperkuat ekosistem koperasi di bidang layanan kesehatan.
Pemerintah berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh model kolaborasi yang efektif dalam pembangunan layanan dasar berbasis koperasi.
Daftar Lokasi Percontohan Gerai Obat
Selain Depok, sejumlah daerah lain ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Beberapa di antaranya berada di wilayah Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Riau.
Penetapan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan koperasi dan kebutuhan masyarakat setempat. Setiap lokasi diharapkan memberikan pembelajaran yang berharga bagi pengembangan model nasional.
Dengan sebaran wilayah yang beragam, pemerintah optimistis dapat merumuskan pola implementasi yang adaptif.
Harapan Pengembangan Nasional
Pemerintah menargetkan Gerai Obat KDKMP dapat diterapkan secara luas setelah tahap percontohan selesai. Koperasi diharapkan menjadi ujung tombak penyediaan layanan dasar yang adil dan merata.
Melalui gerai obat koperasi, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan. Mereka juga dilibatkan sebagai anggota koperasi yang berperan aktif dalam pengelolaan.
Model ini sejalan dengan semangat ekonomi kerakyatan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Penutup
Peresmian Gerai Obat KDKMP dengan Depok sebagai lokasi percontohan menandai langkah penting dalam transformasi peran koperasi di Indonesia. Koperasi tidak lagi hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga hadir sebagai penyedia layanan dasar.
Dengan dukungan regulasi, kolaborasi lintas sektor, dan evaluasi berkelanjutan, gerai obat koperasi diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses obat yang terjangkau. Program ini menjadi fondasi penting menuju sistem layanan kesehatan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform mabar.online
