festajunina.site Rencana pembangunan ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan pusat kota kembali menjadi perbincangan publik. Bagi banyak warga, keberadaan JPO bukan sekadar infrastruktur penyeberangan, tetapi simbol komitmen kota terhadap keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki. Selama ini, warga menyeberang menggunakan pelican crossing di permukaan jalan, yang dinilai cukup membantu namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan semua kelompok pengguna jalan.
Kawasan Sarinah dikenal sebagai titik pertemuan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan ruang publik. Arus kendaraan yang padat membuat kebutuhan akan penyeberangan yang aman menjadi isu penting. Rencana membangun kembali JPO pun memunculkan berbagai harapan agar fasilitas tersebut benar-benar berpihak pada pejalan kaki tanpa mengorbankan aksesibilitas.
Pelican Crossing Tetap Dipertahankan
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan ulang JPO Sarinah tidak akan menutup pelican crossing yang selama ini digunakan warga. Penegasan ini merespons beragam pandangan di masyarakat, terutama dari komunitas pejalan kaki yang menginginkan akses menyeberang di permukaan jalan tetap tersedia.
Menurut Pramono, konsep yang diusung adalah memberi pilihan. Pejalan kaki dapat menyeberang di bawah melalui pelican crossing atau menggunakan JPO sebagai alternatif. Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah berupaya mengakomodasi kebutuhan berbagai kelompok, termasuk lansia, penyandang disabilitas, hingga wisatawan yang menginginkan akses cepat dan aman.
Harapan Warga akan Keamanan dan Kenyamanan
Banyak warga berharap JPO Sarinah yang baru nantinya lebih ramah pengguna. Harapan tersebut mencakup desain yang aman, pencahayaan yang memadai, serta akses yang mudah dijangkau. Keamanan menjadi perhatian utama, mengingat JPO lama kerap dianggap kurang nyaman digunakan pada waktu tertentu.
Selain itu, warga juga menginginkan JPO yang bersih dan terawat. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa infrastruktur pejalan kaki sering kali kurang mendapat perawatan optimal. Dengan pembangunan ulang ini, warga berharap pemerintah dapat memastikan standar perawatan yang konsisten agar JPO tetap layak digunakan dalam jangka panjang.
Desain Modern dan Ramah Pejalan Kaki
Rencana pembangunan ulang JPO Sarinah diharapkan tidak sekadar menghadirkan jembatan fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika. Banyak pihak menilai bahwa JPO di kawasan ikonik seperti Sarinah seharusnya menyatu dengan wajah kota yang modern dan ramah pejalan kaki.
Desain yang terbuka, akses tangga dan ramp yang landai, serta kemungkinan penggunaan lift menjadi harapan masyarakat. Dengan desain yang inklusif, JPO dapat digunakan oleh semua kalangan tanpa hambatan berarti. Pendekatan ini sejalan dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Menjawab Pro dan Kontra di Masyarakat
Rencana ini tidak lepas dari pro dan kontra. Sebagian warga menilai pelican crossing sudah cukup dan lebih praktis karena tidak memerlukan naik-turun tangga. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa JPO tetap diperlukan sebagai opsi aman saat lalu lintas padat atau ketika pelican crossing kurang optimal.
Pramono menyampaikan bahwa perbedaan pandangan tersebut wajar. Pemerintah daerah, menurutnya, berusaha mengambil jalan tengah dengan menyediakan dua opsi penyeberangan. Dengan demikian, warga dapat memilih sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Peran JPO dalam Penataan Kawasan Thamrin
JPO Sarinah juga dipandang sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin secara keseluruhan. Kawasan ini menjadi salah satu etalase ibu kota yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Infrastruktur pejalan kaki yang baik dinilai dapat meningkatkan citra kota sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Keberadaan JPO yang tertata rapi diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan berjalan kaki. Hal ini sejalan dengan visi penataan kota yang lebih berorientasi pada manusia, bukan semata kendaraan bermotor.
Aksesibilitas dan Inklusivitas Jadi Sorotan
Isu aksesibilitas menjadi salah satu harapan terbesar warga. JPO yang dibangun ulang diharapkan benar-benar inklusif, ramah bagi penyandang disabilitas, serta mudah diakses oleh lansia dan anak-anak. Banyak warga menekankan pentingnya fasilitas pendukung seperti ramp landai, pegangan tangan, dan penanda visual yang jelas.
Dengan memperhatikan aspek inklusivitas, JPO Sarinah dapat menjadi contoh infrastruktur publik yang memperhatikan kebutuhan semua pengguna. Warga berharap pembangunan ini tidak mengulang kesalahan masa lalu yang kerap mengabaikan kelompok tertentu.
Harapan terhadap Komitmen Pemprov DKI
Warga Jakarta menaruh harapan besar pada komitmen DKI Jakarta dalam merealisasikan pembangunan ulang JPO Sarinah secara berkualitas. Transparansi dalam perencanaan, pelibatan publik, dan pengawasan pelaksanaan menjadi aspek yang dinilai penting.
Pembangunan ulang JPO Sarinah diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mobilitas warga. Dengan menyediakan pilihan penyeberangan yang aman, nyaman, dan inklusif, proyek ini diharapkan menjadi langkah maju dalam mewujudkan Jakarta yang lebih ramah pejalan kaki.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarjawa.web.id
