festajunina.site Peristiwa mencekam dialami seorang nelayan di wilayah pesisir Buton Tengah. Seorang pria bernama Supri berhasil lolos dari maut setelah diserang buaya berukuran raksasa saat hendak pulang melaut. Insiden ini terjadi di kawasan pantai yang selama ini dikenal sebagai lokasi aktivitas nelayan tradisional, namun belakangan mulai diwaspadai karena kemunculan satwa liar berbahaya.
Supri, seorang nelayan berusia paruh baya, tidak menyangka aktivitas rutinnya akan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati. Setelah menyelesaikan kegiatan melaut, ia bersandar di pinggir pantai Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka. Dalam kondisi gelap dan kelelahan, ia berniat mengikat perahunya di sebuah tiang dermaga sederhana. Tanpa disadari, seekor buaya besar telah mengintai dari balik air.
Serangan Mendadak di Tepi Pantai
Menurut keterangan aparat kepolisian setempat, serangan terjadi secara tiba-tiba. Buaya yang diperkirakan memiliki panjang sekitar enam meter itu langsung menerkam tubuh korban dari arah samping. Supri tidak memiliki kesempatan untuk menghindar karena jarak yang sangat dekat serta kondisi cahaya yang minim.
Kapolsek Mawasangka, Kamaludin, menjelaskan bahwa korban benar-benar tidak menyadari keberadaan buaya tersebut. Lingkungan pesisir yang sunyi serta air laut yang gelap membuat satwa predator itu sulit terlihat. Situasi ini memperbesar risiko serangan terhadap nelayan yang beraktivitas di malam hari.
Aksi Nekat Menyelamatkan Nyawa
Dalam kondisi terdesak dan diliputi rasa panik, Supri melakukan aksi refleks yang menentukan nasibnya. Dengan sisa tenaga, ia menusukkan benda tajam ke bagian mata buaya. Serangan balasan itu membuat buaya melepaskan gigitannya dan kembali ke laut. Momen tersebut memberi kesempatan bagi korban untuk menyelamatkan diri dan menjauh dari area berbahaya.
Aksi nekat itu dinilai sebagai faktor utama yang menyelamatkan nyawa korban. Para ahli menyebutkan bahwa mata merupakan salah satu titik sensitif buaya, sehingga serangan ke area tersebut dapat membuat predator kehilangan fokus. Namun, tindakan seperti ini tetap sangat berisiko dan hanya terjadi karena naluri bertahan hidup.
Kondisi Korban Pasca Kejadian
Setelah berhasil lolos, Supri segera mendapat pertolongan dari warga sekitar. Ia mengalami luka akibat gigitan dan gesekan tubuh buaya, namun kondisinya dinyatakan stabil. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan bahwa korban berada dalam kondisi sadar dan mampu memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Aparat juga melakukan pendataan serta koordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan di wilayah tersebut.
Ancaman Buaya di Wilayah Pesisir
Kemunculan buaya di kawasan pesisir Buton Tengah bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, warga setempat mengaku kerap melihat buaya muncul di sekitar muara sungai dan pantai, terutama pada malam hari. Perubahan ekosistem, berkurangnya habitat alami, serta meningkatnya aktivitas manusia di wilayah pesisir diduga menjadi faktor pemicu.
Buaya muara dikenal sebagai predator puncak yang mampu beradaptasi di lingkungan laut dan payau. Keberadaannya di dekat permukiman dan lokasi aktivitas nelayan menimbulkan risiko serius. Oleh karena itu, aparat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan serta sosialisasi keselamatan bagi masyarakat pesisir.
Imbauan Kepolisian dan Pemerintah Desa
Pasca kejadian, kepolisian mengimbau nelayan agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari. Warga diminta menghindari area yang dikenal sebagai habitat buaya serta memastikan pencahayaan memadai saat berada di tepi pantai.
Pemerintah desa juga diharapkan berperan aktif dengan memasang papan peringatan dan melakukan pemantauan rutin. Edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali tanda-tanda keberadaan buaya serta langkah darurat jika terjadi serangan dinilai sangat penting untuk mencegah korban berikutnya.
Refleksi Keselamatan Nelayan
Insiden ini menjadi pengingat keras tentang risiko yang dihadapi nelayan tradisional. Selain tantangan cuaca dan kondisi laut, ancaman satwa liar juga menjadi bahaya nyata yang tidak boleh diabaikan. Keselamatan nelayan memerlukan perhatian serius, baik dari sisi kesadaran individu maupun dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.
Pengamat lingkungan menilai perlunya keseimbangan antara perlindungan habitat satwa liar dan keselamatan manusia. Penanganan konflik manusia dan buaya harus dilakukan secara bijak, tanpa merusak ekosistem, namun tetap menjamin keamanan warga.
Penutup
Kisah selamatnya Supri dari serangan buaya raksasa di Buton Tengah menjadi cerita tentang keberanian dan naluri bertahan hidup. Di balik keberuntungan tersebut, tersimpan pesan penting tentang kewaspadaan dan keselamatan di wilayah pesisir. Ke depan, sinergi antara masyarakat, aparat, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar aktivitas melaut dapat berlangsung aman tanpa mengorbankan nyawa manusia.

Cek Juga Artikel Dari Platform kabarsantai.web.id
