Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan rombongan wisatawan dilarang berfoto di area publik. Rekaman tersebut disebut terjadi di kawasan Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Video itu memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan alasan larangan tersebut, mengingat Pantai Parangtritis merupakan destinasi wisata terbuka yang selama ini dikenal sebagai ruang publik bagi siapa saja.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, karena menyangkut kenyamanan wisatawan serta citra pariwisata di salah satu ikon wisata paling terkenal di Yogyakarta.
Video Viral Picu Perdebatan di Media Sosial
Dalam video yang beredar, terlihat sebuah rombongan wisatawan hendak melakukan sesi foto bersama di area pantai. Namun, mereka disebut mendapat larangan dari pihak tertentu.
Larangan tersebut membuat suasana menjadi tidak nyaman, bahkan menimbulkan kebingungan karena lokasi yang digunakan adalah area publik.
Warganet pun ramai memberikan komentar. Sebagian menilai kejadian itu tidak seharusnya terjadi di tempat wisata yang terbuka untuk umum.
Ada juga yang menduga bahwa larangan itu mungkin terkait kepentingan tertentu, seperti pengaturan spot wisata, jasa foto komersial, atau aturan lokal yang belum dipahami wisatawan.
Namun hingga kini, alasan pasti dari larangan tersebut belum diketahui secara jelas.
Dispar Bantul Menyayangkan Kejadian
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan peristiwa tersebut.
Ia mengaku telah mengetahui adanya video viral yang beredar luas di media sosial.
“Momen peristiwanya kami tidak tahu pasti,” kata Saryadi saat dihubungi pada Senin, Februari 2026.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak Dispar Bantul masih menelusuri kapan dan bagaimana kejadian tersebut berlangsung, termasuk siapa pihak yang melarang wisatawan berfoto.
Pantai Parangtritis sebagai Ruang Publik Wisata
Pantai Parangtritis merupakan salah satu destinasi wisata paling ikonik di Yogyakarta. Setiap tahun, ribuan wisatawan datang untuk menikmati keindahan pantai, pasir hitam, ombak besar, serta suasana khas pesisir selatan.
Sebagai kawasan wisata publik, pantai ini seharusnya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati pengalaman berlibur, termasuk berfoto bersama keluarga atau rombongan.
Kegiatan fotografi rombongan adalah hal umum yang sering dilakukan wisatawan sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan.
Karena itu, munculnya larangan berfoto di area publik tentu menimbulkan tanda tanya besar.
Potensi Gangguan Kenyamanan Wisatawan
Peristiwa seperti ini dapat berdampak pada kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata daerah.
Wisatawan yang merasa tidak bebas atau tidak aman dalam menikmati destinasi wisata bisa kehilangan minat untuk kembali berkunjung.
Selain itu, viralnya video semacam ini dapat mempengaruhi persepsi publik secara luas, karena media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini.
Pemerintah daerah pun perlu memastikan bahwa kawasan wisata tetap ramah, nyaman, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan pengunjung.
Perlu Kejelasan Aturan dan Pengelolaan di Lapangan
Kasus viral ini juga menyoroti pentingnya kejelasan aturan di kawasan wisata.
Jika memang ada aturan tertentu terkait aktivitas komersial, penggunaan spot tertentu, atau pengelolaan area wisata, maka hal tersebut harus disosialisasikan dengan baik.
Namun jika larangan tersebut muncul karena tindakan oknum atau kepentingan pribadi, maka harus segera ditindak agar tidak merusak reputasi destinasi wisata.
Dinas Pariwisata bersama pengelola kawasan dan aparat terkait perlu memastikan bahwa tidak ada pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap wisatawan.
Pariwisata Bantul dan Tantangan Viral di Era Digital
Di era digital, kejadian kecil di lapangan bisa langsung menjadi viral dan berdampak luas.
Hal ini menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata, karena citra destinasi sangat mudah terbentuk melalui video singkat di media sosial.
Pantai Parangtritis sebagai salah satu wajah pariwisata Bantul tentu harus dijaga reputasinya.
Pemerintah daerah perlu bergerak cepat dalam merespons kejadian viral agar tidak berkembang menjadi isu yang lebih besar.
Selain itu, edukasi kepada pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar juga penting agar wisatawan tetap merasa dihargai dan dilayani dengan baik.
Harapan Wisatawan: Pantai Tetap Terbuka dan Ramah
Bagi wisatawan, tempat wisata bukan hanya lokasi rekreasi, tetapi juga ruang kebebasan untuk menikmati momen bersama.
Berfoto di pantai adalah bagian dari pengalaman wisata yang wajar dan tidak seharusnya dilarang tanpa alasan jelas.
Masyarakat berharap kejadian ini segera mendapat klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Jika memang ada pihak yang bertindak di luar kewenangan, maka penertiban harus dilakukan demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Baca juga : https://festajunina.site/banjir-lumpuhkan-jalan-daan-mogot-warga-diminta-hindari/
Cek Juga Artikel Dari Platform : capoeiravadiacao

