Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan pesan tegas kepada para pemainnya menjelang laga panas melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menurut Bojan, aspek paling krusial dalam pertandingan sarat gengsi ini bukan semata-mata taktik atau strategi permainan, melainkan kemampuan pemain mengendalikan emosi sepanjang 90 menit pertandingan.
Pertandingan yang akan digelar Minggu, 11 Januari 2026 tersebut bukan laga biasa. Selain menyandang status derby terbesar di Indonesia, duel ini juga menjadi penentu juara paruh musim BRI Super League 2025/2026. Tekanan dari atmosfer stadion, ekspektasi suporter, hingga rivalitas panjang kedua tim membuat laga ini sangat rawan diwarnai emosi berlebihan.
Derby Panas, Ujian Mental Pemain
Bojan Hodak menilai laga Persib kontra Persija selalu memiliki dinamika berbeda dibanding pertandingan lain. Atmosfer yang panas kerap memicu reaksi spontan pemain, baik dalam bentuk tekel keras, protes berlebihan kepada wasit, maupun keputusan terburu-buru di lapangan. Oleh karena itu, ia menempatkan kontrol emosi sebagai fokus utama persiapan tim.
“Justru tugas saya adalah menahan mereka agar tidak terlalu emosional,” ujar Bojan dalam sesi jumpa pers jelang laga. Pernyataan ini menggambarkan bahwa tantangan terbesar sang pelatih bukan menyuntikkan semangat, melainkan menjaga agar motivasi tinggi tidak berubah menjadi emosi negatif.
Menurut Bojan, pemain Persib sudah memahami betul arti penting laga ini. Rivalitas Persib dan Persija bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga harga diri klub, suporter, dan sejarah panjang sepak bola Indonesia. Karena itu, pendekatan yang terlalu berapi-api justru berisiko kontraproduktif.
Tidak Perlu Motivasi Berlebihan
Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa laga seperti ini tidak membutuhkan pidato motivasi panjang. Ia percaya para pemain telah menyadari sepenuhnya arti pertandingan dan tanggung jawab yang mereka emban di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati GBLA.
“Semua orang tahu ini adalah derby terbesar di Asia Tenggara. Untuk laga seperti ini, saya tidak perlu memotivasi pemain,” kata Bojan. Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap kedewasaan mental skuad Persib saat ini.
Bojan juga menyoroti peran para pemain senior dan pemimpin tim di ruang ganti. Menurutnya, para leader sudah paham bagaimana menjaga stabilitas tim, baik secara emosional maupun taktis. Arahan berlebihan kepada mereka justru dinilai tidak perlu.
GBLA, Kandang yang Angker bagi Lawan
Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan besar bagi Persib. Stadion GBLA dikenal memiliki atmosfer yang intimidatif bagi tim tamu. Dukungan penuh Bobotoh sering kali menjadi energi tambahan bagi Maung Bandung, sekaligus tekanan psikologis bagi lawan.
“Saya selalu mengatakan bahwa bermain di kandang sendiri tidak pernah mudah bagi tim lawan,” ujar Bojan. Ia berharap tren positif Persib di GBLA terus berlanjut saat menghadapi Persija.
Namun demikian, Bojan juga mengingatkan bahwa dukungan besar dari suporter harus diimbangi dengan kedewasaan pemain. Sorak sorai yang memekakkan telinga bisa menjadi kekuatan, tetapi juga bisa memicu emosi jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, fokus dan disiplin tetap menjadi kunci utama.
Rivalitas Panjang Persib vs Persija
Rivalitas Persib dan Persija telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi ikon sepak bola nasional. Setiap pertemuan kedua tim hampir selalu menyita perhatian publik, baik di stadion maupun di layar kaca. Sejarah mencatat banyak laga klasik yang diwarnai drama, kartu merah, hingga insiden emosional di dalam dan luar lapangan.
Dalam konteks inilah Bojan Hodak menempatkan kontrol emosi sebagai fondasi utama permainan Persib. Ia menyadari bahwa satu kesalahan kecil akibat emosi bisa mengubah jalannya pertandingan, bahkan merugikan tim secara keseluruhan.
Derby ini juga kerap menjadi ajang pembuktian bagi pemain baru atau asing. Mereka tidak hanya dituntut tampil baik secara teknis, tetapi juga cepat beradaptasi dengan tekanan psikologis khas laga Persib kontra Persija.
Penentuan Juara Paruh Musim
Selain gengsi, laga ini memiliki arti strategis dalam klasemen. Persib dan Persija sama-sama masih berpeluang besar mengamankan status juara paruh musim. Hasil pertandingan akan sangat menentukan posisi puncak klasemen sekaligus menjadi modal penting menghadapi putaran kedua kompetisi.
Bojan menyadari betul pentingnya laga ini dari sisi kompetisi. Namun ia menegaskan bahwa pendekatan terbaik tetaplah bermain cerdas dan disiplin, bukan terbawa emosi. Menurutnya, tim yang mampu menjaga ketenangan biasanya akan lebih efektif dalam mengeksekusi rencana permainan.
Disiplin dan Fokus Jadi Kunci
Dalam laga berintensitas tinggi seperti derby, disiplin taktik dan fokus sepanjang pertandingan menjadi pembeda utama. Kesalahan kecil, seperti pelanggaran tidak perlu atau reaksi berlebihan terhadap provokasi lawan, bisa berujung pada kartu kuning atau merah yang merugikan tim.
Bojan Hodak berharap para pemain Persib mampu mengontrol diri, tetap bermain agresif namun terukur. Ia ingin timnya menunjukkan kedewasaan sebagai penantang serius gelar juara, bukan sekadar tim yang mengandalkan emosi dan semangat sesaat.
Harapan Besar Bobotoh
Di luar lapangan, jutaan Bobotoh menaruh harapan besar pada laga ini. Dukungan penuh dari tribun diharapkan menjadi energi positif, bukan tekanan berlebihan. Bojan pun berharap sinergi antara pemain dan suporter dapat terjaga dengan baik demi hasil maksimal.
“Harapan saya, hasil pertandingan besok tidak akan berbeda,” ujar Bojan dengan nada optimistis. Pernyataan ini mencerminkan keyakinannya bahwa Persib mampu memanfaatkan keunggulan kandang dan kesiapan mental untuk mengamankan kemenangan.
Derby Persib vs Persija di GBLA bukan sekadar pertandingan sepak bola. Ia adalah ujian mental, kedewasaan, dan karakter tim. Dengan menekankan pentingnya pengendalian emosi, Bojan Hodak ingin memastikan Persib tampil cerdas, disiplin, dan fokus demi meraih hasil terbaik sekaligus menegaskan dominasi di paruh musim kompetisi.
Baca Juga : Polda Metro Analisis Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono
Cek Juga Artikel Dari Platform : carimobilindonesia

