festajunina.site Suasana haru dan kebahagiaan menyatu dalam peringatan Hari Ibu yang digelar bersama para lansia di lingkungan Depok. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara cinta, rasa syukur, dan penghormatan kepada orang tua yang telah menempuh perjalanan panjang kehidupan. Di tengah hiruk pikuk rutinitas, momen tersebut hadir sebagai pengingat bahwa perhatian kecil dapat bermakna besar bagi para lansia.
Acara ini diinisiasi oleh Siti Barkah Hasanah, yang akrab disapa Cing Ikah. Ia dikenal aktif menghadirkan kegiatan sosial yang berfokus pada keluarga dan lansia. Melalui pendekatan yang hangat dan personal, peringatan Hari Ibu kali ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan pengalaman emosional yang membekas.
Sekolah Lansia sebagai Ruang Tumbuh di Usia Senja
Kegiatan tersebut melibatkan Sekolah Lansia Husnul Khotimah Sayang Emak Baba, sebuah wadah pembelajaran dan kebersamaan bagi lansia. Sekolah lansia bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk menjaga semangat hidup, kesehatan mental, dan relasi sosial di usia senja. Dalam kegiatan ini, lansia tidak diposisikan sebagai objek, melainkan subjek yang dihargai dan dirayakan.
Tema yang diusung, Cinta Ibu Cahaya, Keluarga Berkah di Usia Senja, menjadi benang merah seluruh rangkaian acara. Tema ini menegaskan bahwa kasih ibu adalah cahaya yang menerangi keluarga sepanjang hayat, termasuk ketika usia telah menua. Kehadiran tema tersebut membuat setiap sesi terasa personal dan penuh makna.
Cing Ikah dan Makna Penghormatan kepada Orang Tua
Cing Ikah menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk terima kasih dan cinta kepada orang tua, khususnya para lansia di sekitar lingkungan. Menurutnya, banyak orang tua yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan perasaan demi keluarga, namun sering kali luput dari perhatian ketika memasuki usia lanjut.
Ia menekankan bahwa Hari Ibu adalah momentum refleksi, bukan hanya perayaan simbolik. Melalui kegiatan sederhana namun penuh empati, Cing Ikah ingin mengajak masyarakat untuk kembali mendekatkan diri kepada orang tua, mendengar cerita mereka, dan menghadirkan kehangatan keluarga yang sering dirindukan.
Kejutan Keluarga yang Menggetarkan Hati
Salah satu momen paling menyentuh dalam acara ini adalah kejutan kehadiran anak-anak para lansia. Tanpa sepengetahuan orang tua, Cing Ikah menginisiasi agar anggota keluarga datang langsung dan memberikan tanda kasih sayang. Beberapa anak bahkan rela menempuh perjalanan jauh demi hadir dan memeluk orang tua mereka.
Ketika satu per satu anak muncul, suasana ruangan berubah. Tangis haru, senyum bahagia, dan pelukan hangat menjadi pemandangan yang sulit dilupakan. Bagi para lansia, kehadiran anak adalah hadiah paling berharga. Bukan materi yang mereka harapkan, melainkan waktu dan perhatian yang tulus.
Pengalaman Pribadi yang Menjadi Inspirasi
Dalam kegiatan tersebut, Cing Ikah juga menghadirkan kejutan istimewa untuk ibundanya, Aisyah Saalih. Momen ini memperlihatkan bahwa pesan yang dibawa bukan sekadar ajakan, tetapi teladan nyata. Dengan menempatkan keluarganya sendiri sebagai bagian dari acara, Cing Ikah menunjukkan bahwa nilai penghormatan kepada orang tua dimulai dari rumah.
Pengalaman pribadi ini menjadi inspirasi bagi peserta lain. Banyak yang menyadari bahwa kebahagiaan orang tua sering kali sederhana. Kehadiran anak, sapaan hangat, dan perhatian kecil mampu menghadirkan rasa bahagia yang mendalam.
Lansia dan Kebutuhan Akan Kehadiran Emosional
Di usia senja, kebutuhan emosional menjadi sangat penting. Lansia kerap menghadapi perubahan fisik, keterbatasan aktivitas, dan rasa kesepian. Kegiatan seperti ini berperan sebagai jembatan untuk mengurangi jarak emosional antara orang tua dan anak.
Sekolah lansia dan kegiatan komunitas menjadi ruang aman untuk berbagi cerita, tertawa bersama, dan saling menguatkan. Dalam konteks ini, peringatan Hari Ibu bukan hanya selebrasi, tetapi juga terapi sosial yang membantu menjaga kesehatan mental lansia.
Peran Komunitas dalam Menguatkan Ikatan Keluarga
Acara ini menunjukkan peran penting komunitas dalam merawat nilai kekeluargaan. Ketika komunitas hadir, keluarga mendapatkan dukungan untuk lebih peduli dan terlibat. Kolaborasi antara tokoh masyarakat, keluarga, dan komunitas lansia menciptakan ekosistem yang saling menguatkan.
Cing Ikah berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain. Menurutnya, perhatian kepada lansia tidak harus selalu dalam bentuk program besar. Langkah kecil yang konsisten justru lebih bermakna dan berkelanjutan.
Menghidupkan Kembali Nilai Filial Piety
Di tengah modernisasi, nilai bakti kepada orang tua kerap tergerus oleh kesibukan. Peringatan Hari Ibu ini menghidupkan kembali nilai filial piety—bakti anak kepada orang tua—yang menjadi fondasi kuat dalam keluarga. Nilai ini tidak lekang oleh waktu dan relevan di setiap generasi.
Dengan menghadirkan kejutan keluarga, kegiatan ini menyampaikan pesan bahwa hubungan orang tua dan anak perlu dirawat secara aktif. Waktu yang diluangkan hari ini akan menjadi kenangan berharga di kemudian hari.
Penutup: Cinta yang Menguatkan di Usia Senja
Perayaan Hari Ibu bersama lansia yang digagas Cing Ikah membuktikan bahwa cinta dapat dihadirkan dengan cara sederhana namun bermakna. Melalui kehangatan keluarga, perhatian komunitas, dan penghormatan tulus, para lansia merasakan bahwa mereka tidak sendiri.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa usia senja bukan akhir dari kebahagiaan. Dengan cinta yang terus dihadirkan, keluarga dapat menjadi cahaya dan sumber berkah. Semangat ini diharapkan terus tumbuh, menguatkan ikatan lintas generasi, dan menempatkan lansia sebagai bagian penting dari kehidupan keluarga dan masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform pontianaknews.web.id
