festajunina.site Wali Kota Supian Suri melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan infrastruktur turap di sejumlah wilayah Kota Depok. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengamanan kawasan rawan longsor, khususnya di wilayah yang dilintasi aliran sungai. Turap dinilai sebagai elemen penting untuk menjaga stabilitas tanah dan mencegah abrasi maupun longsoran yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Peninjauan dilakukan di lima titik lokasi strategis. Rangkaian kegiatan dimulai dari Kelurahan Cipayung Jaya di Kecamatan Cipayung, kemudian berlanjut ke wilayah Pancoran Mas, dan diakhiri di kawasan Krukut. Setiap titik dipilih karena memiliki tingkat kerawanan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.
Pemantauan Progres Pengerjaan Secara Detail
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok. Supian Suri mengecek satu per satu progres pengerjaan turap untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan perencanaan teknis. Ia menekankan pentingnya ketepatan waktu dan mutu pekerjaan agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.
Menurutnya, pembangunan turap bukan hanya soal menyelesaikan proyek fisik, tetapi juga memastikan bahwa infrastruktur tersebut benar-benar mampu menjawab tantangan lingkungan. Oleh karena itu, pengawasan langsung menjadi langkah penting agar setiap tahapan pengerjaan berjalan sesuai standar.
Wilayah Sungai Jadi Perhatian Utama
Dari hasil evaluasi lapangan, Supian Suri menegaskan bahwa wilayah yang dilintasi aliran sungai perlu mendapat fokus lebih serius. Kawasan tersebut memiliki potensi longsor yang lebih tinggi akibat erosi dan perubahan debit air. Pemerintah Kota Depok melihat perlunya pendekatan khusus dalam pengamanan wilayah sungai agar risiko bencana dapat ditekan.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah sepanjang aliran Kali Krukut. Sungai ini membentang cukup panjang dan melintasi beberapa wilayah padat penduduk. Kondisi tebing sungai yang beragam membuat sebagian titik memiliki kerentanan tinggi terhadap longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kali Krukut Sepanjang Tujuh Kilometer Jadi Prioritas
Supian Suri menyebutkan bahwa panjang aliran Kali Krukut yang menjadi perhatian mencapai sekitar tujuh kilometer, mulai dari Jalan Pramuka hingga perbatasan Jakarta Selatan. Rentang ini mencakup berbagai kondisi geografis dan kepadatan permukiman, sehingga memerlukan perencanaan yang matang dalam penanganannya.
Ia telah meminta jajaran teknis untuk melakukan perhitungan detail terhadap titik-titik rawan longsor di sepanjang aliran sungai tersebut. Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah kota dapat menentukan prioritas penanganan secara lebih efektif dan efisien.
Rencana Penggunaan Sheet Pile untuk Keamanan Jangka Panjang
Sebagai solusi jangka panjang, Wali Kota Depok mendorong penggunaan sheet pile atau turap baja di sepanjang jalur rawan. Menurutnya, jenis turap ini memiliki daya tahan yang lebih lama dibandingkan turap konvensional. Sheet pile mampu bertahan hingga dua dekade dengan kedalaman pemasangan mencapai belasan meter, sehingga memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap pergerakan tanah.
Penggunaan sheet pile dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam pengamanan wilayah. Meskipun membutuhkan perencanaan dan anggaran yang matang, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam waktu yang lama, terutama untuk kawasan dengan tingkat risiko tinggi.
Rangkaian Lokasi yang Ditinjau
Peninjauan dimulai dari pembangunan turap di Kelurahan Cipayung Jaya. Di wilayah ini, Wali Kota juga mengecek kondisi jembatan sementara di Jalan Assalafiah serta meninjau kantor kelurahan yang baru selesai dibangun. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan seluruh infrastruktur pendukung berfungsi dengan baik dan aman digunakan masyarakat.
Rombongan kemudian bergerak ke Jalan Pitara Raya di Kecamatan Pancoran Mas. Di lokasi ini terdapat dua titik pembangunan turap yang menjadi bagian dari upaya penguatan struktur tanah di kawasan padat aktivitas. Kegiatan peninjauan diakhiri di Jalan Raya Krukut, yang merupakan salah satu titik krusial pengamanan aliran sungai.
Keseriusan Pemkot Depok dalam Mitigasi Bencana
Langkah Wali Kota Depok ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mitigasi bencana, khususnya longsor. Infrastruktur turap diposisikan sebagai bagian dari sistem perlindungan lingkungan dan keselamatan warga. Pemerintah kota menyadari bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan pascabencana.
Dengan melakukan peninjauan langsung, Supian Suri ingin memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Pendekatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan pembangunan.
Harapan Penyelesaian Sesuai Target
Supian Suri berharap seluruh pekerjaan turap yang ditinjau dapat diselesaikan sesuai target. Penyelesaian tepat waktu menjadi penting agar fungsi pengamanan dapat segera berjalan optimal. Pemerintah kota berkomitmen untuk terus memantau progres dan memberikan dukungan teknis agar hambatan di lapangan dapat diatasi.
Ia juga menegaskan bahwa pengamanan wilayah rawan longsor akan terus menjadi agenda prioritas. Dengan perencanaan yang berkelanjutan, Pemkot Depok ingin memastikan bahwa pembangunan kota berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan.
Infrastruktur sebagai Pilar Ketahanan Kota
Pembangunan turap di berbagai titik Kota Depok mencerminkan upaya memperkuat ketahanan kota terhadap risiko bencana alam. Infrastruktur yang kokoh dan terencana dengan baik akan melindungi warga serta menjaga keberlanjutan pembangunan.
Peninjauan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pemerintah hadir dan aktif dalam memastikan keselamatan masyarakat. Dengan fokus pada wilayah rawan longsor, Pemkot Depok berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warganya, sekaligus membangun kota yang tangguh menghadapi tantangan alam.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id
